Why AM I WRITING?

  1. Ya gue suka aja dari sd nulis-nulis walaupun hanya diary gak jelas penuh umpatan HAHA
  2. Ngelepasin penat yg suka bikin gajelas sampe2 sering nulis curhat trus ketiduran di dapur (dapur is best place ever to think and write for me yiha!)
  3. Cara melampiaskan perasaan yg gak mampu di ungkapkan secara verbal. Halah
  4. Karena orang tua bilang kalo gue punya bakat nulis. Ga percaya sih, tapi apa salahnya coba jemput takdir?
  5. Sarana da’wah gue. Karena belum bisa on air dan mampang di tv lol
  6. Karena kalo gak ada penulisan maka gue gak akan pernah baca Al-Qur’an
  7. Gue pengagum karya Imam Al-Ghozali yg pasti itu gak sampe ke gue kalo gak ditulis. (yaiyalah emang ada video record jaman dulu?)
  8. Gue ngerasa gue ini sedikit bgt pahalanya. Jadi entah harus dengan cara apa biar gue punya jariyah yg ngalir kalo gue udah mati. So i found the solution : NULIS KEBAIKAN
  9. Dengan nulis gue akan diingat. Dan gue berharap anak cucu cicit 7 turunan ke bawah selalu inget gue dan gak lupa ngirim Al-Fatihah syukur2 pake Yasiin deh
  10. Ya pokok nya sukak aja. Terserah mau jelek kata orang yg penting ini kesenangan pribadi
  11. Dan sepertinya gue minus di kemampuan verbal… eh juga non verbal….. (lah mati aja)

Advertisements

7 thoughts on “Why AM I WRITING?

  1. Unik ya…
    Dai’ah dengan gaya bicara blak-blakan yang menyukai Al-Iman Ghozali sekaligus Always-nya Panama. Jarang-jarang bisa ngeliat yg begini 😆 Menurutku ini bagus. Supaya kita bisa mengajak lebih banyak orang ke kebaikan plus mengubah citra orang kebanyakan tentang Islam. Terus kan yah mbak… eh dipanggil siapa ya?

    Assalamualaikum

    • Wa’alaikumsalam, rahmat alaik. Before all, thanks for visit my unpopular blog! Semoga bisa dimanfaatkan apa yg ada didalamnya.
      Haha namanya aja selera. Bisa dibilang hipster-santri. Pun tujuan kita da’wah biar lebih ngena itu tidak lain adalah menyenangkan hati Rasulullah. Maka rasa untuk tabligh biar lebih semangat. Panggil Hansa aja, masih muda belum mbak-mbak.

  2. Sip sa. Maap maap. Karena tulisan menggambarkan kepribadian, kukira kamu lebih tua. Tulisanmu dewasa banget soalnya. Belum lagi wawasannya 😆

    Terus nulis ya sa. Tularkan cintamu yang menggunung ke semua pembacamu. Dan ya, aku pembacamu. Terkadang aku malu saat membaca blog ini, terkadang aku bersyukur. Malu karena masih belajar mencintai Rasulullah dan dari hasil belajar itu masih belum cukup. Moga dengan ‘nangkring’ di sini bisa membantuku terus merasa malu dan jadi motivasi yang kuat.

    Terus nulis ya sa. Slalu ada yang jadi pembacamu. Dan ya, aku pembacamu

    • Kamu akan benar2 merasa mencintainya dengan menjalankan sunnah rasul. contoh, makan dengan tangan kanan. Bayangkan saja mulai dari hal sekecil itu kamu sangat dekat dengannya. Lakukan dgn sepenuh perasaan dan selalu membayangkannya. Selamat mencoba 🙂
      Thanks for motivating this blog! May Allah bless you all day

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s