Lirik Qasidah – Imam Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad – ‘Ala Yallah bi Nadzrah dan Terjemah

 ألا يا الله بنظرة

أَلاَ يَا الله  بِنَظْرَة مِنَ الْعَيْنِ الرَّحِيْمـَة

Ya Allah ! limpahkanlah kurnia rahmat-Mu

 

تُدَاوِي كُلَّ مَا بِي مِنْ أَمْرَاضٍ سَقِيْمَة

Yang dapat menyembuhkan semua penyakit-penyakit yang ada padaku

 

ألاَ ياَ صَاحِ  يا صَاحِ لاَ تَجْزَعْ وتَضْجَرْ

Wahai kawanku! Wahai kawanku! Janganlah engkau gelisah dan jangan bosan

 

وسَلِّمْ لِلْمَقَادِيْـر كَيْ تُحْمَدْ وتُؤْجـَرْ

Serahkanlah pada takdir  agar engkau dipuji dan di beri pahala

 

وَكُـنْ رَاضِي بِمَا قَدَّرَ المَوْلَى ودَبَّـر

Dan jadilah hamba yang redha atas apa yang telah di takdirkan Allah, dan diaturkanNya

 

وَلاَ تَسْخَطْ قَضَا اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ اْلأَكْبَر

Dan janganlah engkau ingkar akan takdir Allah Tuhan Arsy yang

Maha Besar

 

وَكُنْ صَابِرْ وَشَاكِرْ

Jadilah engkau orang yang bersabar dan bersyukur

 

تَكُنْ فَائِزْ وَظَافِـرْ

Maka engkau akan menjadi orang yang berjaya dan menang

 

وَمِنْ أَهْلِ السَّرَائـِر

Dan menjadi kelompok orang  orang  ahli sir (rahsia)

 

رِجَالِ اللهِ مِنْ كُلِّ ذِيْ قَلْبٍ مُنـَوَّرٍ

Yaitu hamba-hamba Allah yang memiliki hati yang bercahaya

 

مُصَفًّى مِنْ جَمِيْعِ الدَّنَسِ طَيِّبٍ مُطَهَّرٍ

Yang bersih dari segala noda (kotoran hati), baik dan suci

 

وَذِهْ دُنْيـَا دَنِيـَّة حَوَادِثُهَا كَثِـيْرَة

Dunia ini hina, dan banyak kejadian-kejadiannya

 

وَعِيْشَـتُهَا حَقِيْرَة وَمُدَّتُهَا قَصـِيْرَة

Dan kehidupan dunia itu hina, serta masa untuk hidup itu singkat

 

وَلاَ يَحْرِصْ عَلَيْهَا سِوَى أَعْمَى الْبَصِيْرَة

Dan tidak ada orang yang rakus akan dunia melainkan orang yang buta hatinya

 

عَدِيْمُ الْعَقْلِ لَوْ كَانَ يَعْقِلْ كَانَ أَفْكـَر

Yang tidak berakal, yang apabila ia benar-benar berakal ia akan berfikir

 

تَفَكِّرْ فِي فَنَاهـَا

Berfikirlah akan dunia yang  tidak kekal

 

وَفِي كَثْرَةِ عَنَاهَا

Dan  penderitaannya (dunia) yang banyak.

 

وَفِي قِلَّةِ غِنَاهـَا

Dan akan kekayaannya (dunia) yang sedikit.

 

فَطُوْبَى ثُمَّ طُوْبَى لِمَنْ مِنْـهَا تَحَـذَّرْ

Maka beruntunglah dan sungguh beruntung bagi siapa yang berhati-hati dari

pada dunia

 

وَطَلَّقَهَا وَفِي طَاعَةِ الرَّحْمنِ شَمَرْ

Dan menceraikannya (dunia), dan bersiap-siap menuju kepada ketaatan Allah.

 

أَلاَ يَا عَيْن جُوْدِيْ بِدَمْعٍ مِنْكِِ سَائِـلْ

Wahai mata! Curahkanlah dari padamu air mata yang mengalir

 

عَلَى ذَاكَ الْحَبِيْبِ الَّذِيْ قَدْ كَانَ نَازِلْ

Untuk seorang kekasih yang telah di utus (Nabi Muhammad s.a.w.)

 

مَعَنَا فِي الْمَرَابِعْ وَأَصْبَحَ سَفَر رَاحِلْ

Ia bersama kami dan sekarang telah pergi

 

وَأَمْسَى الْقَلْبُ وَالْبَالُ مِنْ بَعْدِهِ مُكَدَّر

Maka hati ini setelah kepergiannya menjadi menjadi sedih

 

وَلكـِنْ حَسْبِيَ الله

Akan tetapi cukup bagiku, Allah

 

وَكـُلُّ الأَمْرِ للـهِ

Dan segala urusan akan kembali pada Allah

 

وَلاَ يَبْقَى سِوَى الله

Dan tiada yang kekal kecuali Allah

  

عَلَى بَشَّارِ جَادَتْ سَحَائِبْ رَحْمَةِ الْبَرّ

Semoga Allah memberikan curahan rahmatnya atas penghuni Bassyar (tiga tempat pengkuburan para Auliya).

 

وَحَيَّاهُمْ بِرَوْحِ الرِّضـَا رَبِّي وَبَشَّـرْ

Dan semoga Dia (Allah) mencurahkan keredhaannya atas mereka serta memberi khabar gembira

 

بِهَـا سَادَاتُـنَا وَالشُّيُوْخُ الْعَارِفُوْنَـا

Disana terdapat tuan-tuan dan guru-guru kami yang arif

 

وَأَهـْلُوْنَا وَأَحْبـَابِ قَلْبِيْ نَازِلُوْنَـا

keluarga kami dan orang-orang yang kami cintai

 

وَمَنْ هُمْ فِي سَرَائِرِ فُؤَادِيْ قَاِطِنُوْنَـا

Dan mereka orang-orang yang berada dalam lubuk hatiku

  

بِسَاحَةِ تُرْبِهَا مِنْ ذَكِيِّ الْمِسْكِ أَعْطَر

Mereka berada di tempat yang debunya tercium aroma bau kasturi

 

مَنَازِلُ خَيْرِ سَادَة

Tempat-tempat persinggahan bagi sebaik-baik manusia

 

لِكُلِّ النَّاسِ قَادَة

Mereka pemimpin bagi umat manusia

 

مَحَبَّتَهُمْ سَعَادَة

Dalam mencintai mereka terdapat kebahagiaan

 

أَلاَ يَا بَخْت مَنْ زَارَهُمْ بِالصِّدْقِ وانْدَر

Sungguh beruntung bagi siapa yang menziarahi mereka dengan tulus dan datang

 

إِلَيْـهِمْ مُعْتَنـِي كُلُّ مَطْلُوْبِهِ تَيَسـَّرْ

Kepada mereka dengan penuh perhatian maka semua permintaannya akan

 dipermudahkan

source : http://www.alhawi.net/mutiara-qasidah/ala-yallah-bi-nadzrah

Advertisements

RIWAYAT HIDUP SYEIKH ABU BAKAR BIN SALIM R.A.

Para Pecinta Rasulullah S.A.W.

“Beliaulah  tokoh ulama Islam, lautan kedermawanan, keberkahan bagi alam semesta, tempat bersandar bagi para pendatang, sosok yang berkedudukan tinggi yang telah disepakati kewalian, keimanan dan ketinggian kedudukannya.”

 

RIWAYAT HIDUP

As-Syeikh Abu Bakar bin Salim  R.A.

Al-Fakhrul Wujud

Beliau adalah As-Sayyid As-Syeikh Al-Kabir Al-Qutb As-Syahir Abu Bakar bin Salim bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abdullah bin As-Syeikh Al-Imam Al-Qutb Abdurrahman As-Segaf bin As-Syeikh Muhammad Maula Ad-Dawilah bin As-Syeikh Ali Shohibul Dark bin Al-Imam Alwi Al-Ghuyur bin Al-Imam Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali bin Al-Imam Muhammad Shohib Marbat bin Al-Imam Ali Khola’ Qosam bin Alwi bin Al-Imam Ubaydillah bin Al-Imam Al-Muhajir Ahmad bin Al-imam Isa Ar-Rumi bin Al-Imam Ali Al-Uraydhi bin Al-Imam Ja’far As-Shodiq bin Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin Sayyidina Al-Imam Ali Zainal Abidin bin Sayyidina Al-Imam As-Syahid Syababul Jannah Al-Husein putra dari Al-Imam Amirul Mukminin Sayyidina Ali bin Abi Thalib K.W. dan Sayyidatina Fathimah Az-Zahra R.ha.  binti Sayyidina Rasulullah S.A.W..

View original post 1,766 more words

Kisah Ruh Syeikh Abdul Qodir Jaelani dan Buroq

Thobiby Qolby

Kisah Ruh Syeikh Abdul Qodir Jaelani dan BuroqBERIKUT  adalah manaqib dari rajanya Aulia (Qotbul Aqtob) Syeikh AbdulQodir Jaelani diterjemahkan dari kitab “Al-Lujaini ad-Daani” yg disusun oleh Syeikh Al-Karim Ja’far bin Hasan Abdul Karim al~Barzanji R.A. Mudah mudahan aQu dan kalian mendapat barokah serta karomah nya aamiin yaa mujiib..Diriwayatkan oleh syeikh Rasyid bin Muhammad al-junaidi dlm kitab Roudhoh an-nadzir,, pada malam Rosulullah (shollallahu’alayhi wasallam) Mi’roj,, malaikat Jibril datang menghadap Rosulullah sambil membawa Buroq,, telapak kaki Buroq trsbut mengeluarkan cahaya seperti cahaya rembulan.

Buroq trsbut diberikan kepada nabi Muhammad oleh malaikat Jibril As. Seketika itu juga Buroq trsebut tidak mau diam karena sangat senang yg luar biasa sehingga nabi bersabda: “wahai Buroq kenapa engkau tidak mau diam!? Apa karena engkau tdk mau aku tunggangi?”
Buroq mnjawab: “wahai Rosulullah, bukan aku tidak mau baginda tunggangi, tetapi aku mempunyai permintaan kepada baginda wahai kekasih Allaah, permintaanku adalah nanti di hari qiyamat ketika baginda masuk kedalam surga agar tidak menunggangi yang lain kecuali…

View original post 152 more words

Karomah Syekh Abdul Qodir Jailani Ketika Jadi Gelandangan

Yoga Constantine's Blog

Syekh Abdul Qodir Al Jailani pernah mengalami musim paceklik di Baghdad. Saat itu ulama yang menganut madzhab Imam Ahmad ini sampai memakan sisa-sisa makanan di tempat sampah. Dalam keadaan yang sangat lapar beliau keluar untuk mencari makanan. Namun setiap sampai ke tempat sampah, selalu ada orang lain yang mendahuluinya. Jika Syekh Abdul Qodir Jailani melihat orang-orang fakir berebut di tempat sampah, maka beliau memilih meninggalkan tempat itu. Dan hal itu terus berlaku saat menemui tempat pembuangan, dan Syekh Abdul Qodir Jailani akhirnya tidak memperoleh makanan.

Beliau akhirnya berjalan hingga sampai di Masjid Yasin di Baghdad, karena sudah tidak mempu lagi melanjutkan perjalanan karena lapar, dan memilih duduk di dekat masjid tersebut. Disaat yang sama datanglah seorang pemuda ke masjid dengan membawa roti, dia duduk dan mulai makan. Karena rasa lapar yang menusuk, setiap pemuda itu mengambil suapan maka Syekh Abdul Qodir Jailani ingin membuka mulut, meski beliau terus berusaha menahannya.

Akhirnya pemuda…

View original post 271 more words