Who’s Matilda? Are you?

page.jpg

Natalie Portman as Mathilda and Jean Reno as Leon

Ketika sedang asik mendengarkan lagu-lagu dari salah satu band indie kesayangan: alt-J, ada sebuah lagu yang membuat saya menekan tombol reload. Saya mendengar beberapa kali dan ya … makna lagu ini seperti ada pada beberapa scene di film jaman dahulu yang berjudul … Ah apa ya? Lalu saya melihat judul lagu ini. Matilda. Ah iya, Leon : The Profesional!

Ada yang tau film ini? Film ini menceritakan (garis besar) seorang gadis kecil yg ditinggal mati oleh ayah dan ibu tirinya juga adik kesayangannya dalam pembunuhan karena terlibat narkotika. Dialah Matilda. Lalu datanglah Leon yg tak lain adalah pembunuh bayaran yg menyelamatkan nyawanya. Matilda meminta diajari untuk menembak agar suatu hari ia bisa balas dendam dengan pembunuh adiknya. Yang lama kelamaan Matilda merasa jatuh hati dengan Leon karena ia memang tidak memiliki siapa-siapa untuk mecurahkan perasaannya.

Singkat cerita, di akhir cerita Leon meledakkan dirinya dengan pin granat yg telah ia lepaskan. Tak lain demi keselamatan Mathilda dan terbunuhnya pembunuh adik Mathilda saat berhasil menangkapnya.

Film ini saya tonton sekitar 1,5 tahun lalu, setelah kelulusan SMA. Dan saya masih ingat betapa dalamnya makna kehilangan di film ini hingga membuat saya menangis. Ditambah dengan alunan musik alt-J yang sederhana dan mampu mebuat suasana hati pendengar berubah mellow. Saya teringat dengan ayah saya. Juga betapa film ini seperti menggambarkan sedikit perasaan saya. Rasa cinta yang kaku.

Ya, cinta yang kaku dari ayah saya. Beliau adalah seorang yang kaku sekali. Seperti halnya Leon. Perbedaanya Leon bukanlah ayah Matilda tetapi menjadi pelindungnya dan mengayominya.

Di akhir cerita, Mathilda diperintah untuk lari dan tidak usah memikirkan dirinya (Leon) dan Mathilda mulai bersekolah lagi. Membayangkan diri saya saat ini yang tidak dekat dengan ayah membuat saya rindu pada hadirnya seorang lelaki. Yang sosok laki-laki ini akan sedikit berbeda dengan ‘seseorang’ dalam  Perjalanan Cinta Khonsa.  Maksudnya adalah kebersamaan yg dilakukan secara nyata bukan hanya delusi saja.

Tokoh Leon juga membuat saya berfikir betapa banyak perjuangan yg telah ayah saya lakukan untuk membuat kami menjadi manusia yang beradab, berpendidikan dan paham tujuan hidup sebenarnya. Bayangan-bayangan ini terus datang hingga saya memosisikan diri seperti Mathilda yang akhirnya ditinggal mati oleh Leon.

Apakah aku akan kuat? Akan tetap berpegang teguh pada apa-apa yang dipesankan ayahku? Dan bagaimana jika kamu adalah ‘Mathilda’ selanjutnya?

Dibagian akhir saat Leon akan meledak bersama bomnya padahal pembunuh (Stansdfield) sudah didekatnya :

Put the grenade pin in your hand, so you understand who’s boss
My defeat sleeps top to toe with her success

And she needs you, this is from Matilda
And she needs you, this is from Matilda
And she needs you, this is from Matilda
And she needs you, this is from Matilda (alt-J ‘Matilda’)

Advertisements