MUSTAFA ATEF ke Pondok DALWA!

Hai, Guys! Setelah lama gak update sekarang alhamdulillah ada kesempatan lagi buat nulis. Karena sekarang adalah JATAH LIBURAN! Yeay! Banyak banget pengalaman, kejadian mistis dan hal-hal unik lain yang pengen Khonsa bagi. Tapi yang paling heboh adalah satu ini.

Ya. Siapakah Mustafa Atef itu? Beliau adalah munsyid internasional dari Mesir yang juga katanya sudah seorang syeikh (mahaguru). Padahal umur nya masih muda sekali, beliau juga lulusan Al-Azhar Cairo Mesir. Dan yang lebih hebat lagi beliau seorang hafidz, penghafal al-Quran. Masha Allah.

Semenjak setahun yang lalu pondok kami, DALWA sudah di hebohkan dengan sebuah qosidahnya yang sangat indah yaitu Qomarun. Qosidah ini adalah tentang Rasulullah yang keindahan wajahnya bak purnama, dan sifat lainnya. Maka setiap tv mantiqoh (rayon) akan terdengar suara khas beliau setiap minggunya. Pun juga qosidah ini sangat di gemari oleh Hubaba Khodijah Al-Hinduan. Yakni istri dari Habib Hasan Baharun, pendiri pondok DALWA.

m-a-abuya-zen

Syeikh Mustafa Atef (rompi hitam), Abuya Zein Baharun (gamis abu-abu), Bintu Abuya Zein Baharun (baju kuning)

Situasi malam itu benar-benar tegang sekali juga riuh. Secara, munsyid ganteng eh maksudnya munsyid dengan suara yang bagus sekali juga berilmu tinggi mau ke pondok! Kami (santri perempuan) setelah maghrib dikumpulkan di mushola dengan wajib memakai gamis hitam dan cadar. Di mushola pun sudah ada layar khusus untuk menampilkan live Syeikh Mustafa Atef itu. Lalu ada pengumuman yang diudarakan oleh ustadzah bahwa “DILARANG BERTERIAK SEDIKITPUN APABILA MUSTAFA ATEF DATANG. JAGALAH HARGA DIRI KALIAN”.

Kami terbagi ada yang di mushola ada yang diluar (depan maktab hubaba). Ternyata Mustafa Atef sedang makan malam di Hotel Dalwa. Kami menunggu.. dan menunggu.. Lalu gerbang terbuka, kami bisa melihat dari layar… Abuya Zein masuk… Disusul beberapa santri laki-laki…. Lalu… Mustafa Atef…. Terdengar suara tahan napas dari anak-anak perempuan. Aku ingin sekali tertawa melihat ekspresi teman-teman. Masha Allah ya, kala anak-anak gadis diluar sana berteriak-teriak kala konser penyanyi kafir atau dari orang fasik. Kami diperintah untuk diam tak boleh mengeluarkan suara sedikitpun padahal yang kami dengar adalah qosidah.

Akhirnya setelah menyenandungkan lagu Qomarun dan apa ya saya lupa. Mustafa Atef pun keluar…. Dan kami semenjak beliau datang hingga keluar tak ada suara sedikitpun. Setelah benar benar keluar…. Sepondok jadi heboh! Hoaaa — YA ALLAHH!!! HOAAAA!!! Huuhuhuh bla bla bla bla. Dilanjutkan pembicaraan khas anak perempuan.

Setelah Mustafa Atef dari pondok putri, lanjut ke pondok putra. Kami pun jadi tak usah menonton menggunakan gamis hitam dan cadar. Bahkan kami bisa ikut berqosidah bersama-sama walau dari jauh. (setidaknya live).

14463001_547293168803172_4844172400901725817_n

Saat konser di Pondok Putra. Abuya Zein Baharun, Syeikh Mustafa Atef, Tokoh Ulama, Ustadz Segaf Baharun (kiri-kanan)

Betapa bersyukurnya kami karena Syeikh Mustafa Atef ini memang sangat sibuk sekali jadwalnya. Dan kami menyadari bahwa kami tinggal tidak disembarang pondok. Khonsa merasakan pondok ini selalu ada saja rezekinya. Dan selalu saja ada yang baru. Tidak lain tidak bukan ini karena keberkahan didalamnya. Bahkan di pondok ini banyak sekali sirr di setiap sudut bahkan di setiap aspek mata pelajaran. Ketenangan batin pun mudah didapatkan. Hal yang paling sering diingatkan oleh guru-guru kami adalah, DALWA adalah pondok Rasulullah.

I’m proud to be here. Be with Auliya’ wa Sholihin.

Advertisements

Keyakinan yang Sempurna

Setiap anak yang mondok dan ngekos, pasti pernah mengalami krisis keuangan. Termasuk saya. Bahkan ini adalah pengalaman krisis terparah yang pernah aku rasakan. Yuk monggo di simak :

Kondisi finansialku saat itu benar-benar mengejutkan. Ya, mengejutkan angkanya. Kusadari banyak pengeluaran yang sangat boros dan tidak menyimpan sepeser sedikitpun. Karena biasanya setelah mendapat transferan, aku pasti menyimpan sekitar 1/3 dari yang kudapatkan untuk cadangan. Tetapi kali itu aku benar-benar lalai sekali.

Maka yang terjadi uangku habis pada tanggal-tanggal belasan. Sebenarnya kejadian kalau uang habis sebelum tanggalnya bisa saja telpon minta untuk di transfer lagi karena ternyata ada pengeluaran di luar anggaran. Tetapi lama kelamaan aku merasa malu untuk meminta kepada orang tua. Ya, sejak aku mengetahui hadist nabi tentang orang yang suka meminta-minta nantinya tak akan tersisa sedikitpun daging di wajahnya di hari akhir nanti. Naudzubillah. Ku tahan untuk tidak meminta ataupun mengadu dengan siapapun.

Malu ini juga karena aku malu kepada Allah. Aku memiliki dzat yang maha Kaya, lalu kenapa aku harus meminta pada perantara-Nya? Dan malu kepada orang tuaku karena keborosanku. believe

Hingga di suatu malam aku merasa lapar sekali. Rasanya tidak ingin makan nasi jatah pondok. Karena kebiasaan makan malam ku adalah pukul 3 pagi. Sedangkan saat itu masih jam 7 malam.

Sedangkan di dompetku hanya ada seribu rupiah. Ya, selembar Pattimura. Jumlah yang sangat-sangat sedikit sekali. Maka aku hanya bisa tersenyum dan bersyukur dan berkata dalam hati “Alhamdulillah, Allah lagi ngetes mbak Anca”

Kuceramahi diriku agar terus sabar menahan ingin jajan dan sabar karena demi ketaatan pada Allah. Dengan keyakinan Allah lah yang memegang rezekiku, dan rezekiku bukan hanya berasal dari apa yang kumiliki dan apa yang kupegang. Juga berfikir bahwa aku tidak akan mati kelaparan karena aku tetap memiliki jatah makan dari pondok 3X sehari. Alhamdulillah.

Dalam diamku tiba-tiba aku terlintas juga akan perkataan Umar bin Abdul Aziz “Barangsiapa disibukkan oleh urusan agamanya, maka Allah akan mencukupinya dalam perkara dunia.” Alhamdulillah aku sibukkan diriku untuk fokus belajar dan belajar dan beribadah.

Esok harinya,

“Kak, syukron kitabnya. Ane nemu uang di kitab kakak.”

“Hah?” Aku menutup kitab yang sedang kubaca sebentar.

“Iyakan, Naimah?” Ujar adik kelasku seraya mengembalikan kitab Tafsir Ayatul Ahkam.

“Coba lihat” Aku membuka kitab tafsir itu dan disitu ada beberapa kertas lembaran catatan dan 2 uang kertas 50.000

Masha Allah, lalu kuingat itu adalah uang yang sekitar beberapa bulan lalu untuk membeli kebutuhan kamar mandi yang sengaja kutaruh di kitab itu agar setelah taklim ustad malam hari, langsung ke syirkah.

Sungguh Allah membalas keyakinanku 100 kali lipat dari selembar 1000 itu. Lalu sebagai rasa syukurku aku belikan setengah dari uang itu makanan yang bisa dinikmati bersama teman kamar.

Dan kalaupun besok uang itu sudah habis, maka yasudahlah. Karena aku masih memiliki Dzat yang mampu memberiku apapun Yang selalu ingin dimintai. Karena dengan meminta-Nya aku tak akan merasa hina dan karena mengemis kepada-Nya justru hal yang Ia sukai.

Bagaimana dengan pengalaman krisis finansial kalian?

حبّ المكتوم (Cinta Tersembunyi)

pin_304274518547196779Merindu pada yang dicinta
Tanpa kekuatan dari-Nya, tak akan mampu hati membendung maksiat
Merindu pada yang dicinta
Dengan rahmat-Nya, rasa tumbuh subur tanpa ada yang tahu

Duhai yang dicinta
Alfamu dalam mata dhohir ini mengusik perasaan hati, namun justru mensucikan mata hati
Lalu harap akan bengkak mata, mampu menjadi saksi di telaga kautsar yang suci

(Untuk Penuntut Ilmu dan Hikmah) لطالب العلم و الحكمة

Duhai yang merenda ilmu dan hijaiyah illahi

Untuk apa merasa bingung tentang ketetapan-Nya. Padahal kau tahu tentang Qodho dan Qodar

Untuk apa terlarut dalam sakit hati. Kala kau tahu ketegaran Thaha Habibi terhadap penawaran penghacuran Akhsyabain di Thaif

Untuk apa sedih karena kemelaratan. Sedang dahulu orang sholeh tersenyum dengan batu yang mengganjal perut

Untuk apa bermimpi tinggi memiliki harta. Dan kau tahu kisah Qarun yang termakan fitnah hartanya

Untuk apa mengeluh terhadap kualitas kertas kitab. Sedang dahulu pelepah kurma sudah wajib disyukuri

Untuk apa bangga terhadap satu karya. Padahal Imam Mawardi berjuang menyembunyikan tulisan-tulisannya, agar terhidar dari pujian

Untuk apa sibuk dengan khayalan pasangan masa depan. Tidakkah merasa hina diri kita setelah tahu kesibukan Imam Syafi’i dalam laut ilmu dan cinta Rabb

Untuk apa merasa malu dengan kesederhanaan. Sedang Uwais Al-Qorni menjadi masyhur diantara penduduk langit karena qona’ahnya

Dan untuk apa segala rasa malas dan bosan dalam setengah jam membaca kitab. Padahal kau tahu bahwa Imam Abdullah Al-Hadad sibuk bercumbu dengan ilmu dari kecilnya dan dia seorang yang buta.

pray3

 

Harap Cemas

Aku tau rezekiku tak akan salah tangan, maka aku merasa aman. Dan aku tau amalku tak akan dikerjakan orang lain maka aku berjuang.

pray 2

Umurku saat ini telah mencapai 1/5 abad, lalu tiba-tiba teringat sebuah perkataan insan mulia yang senyumnya bak purnama yaitu “Khoirunnas anfa’uhum linnas” membuatku tertunduk lemas di depan jajaran kitab-kitabku saat hendak menyiapkan pelajaran esok hari. Ku hentikan kegiatan menjadwal. Terpekur, ku sentuh satu persatu-satu judul kitab-kitab ku dan kubaca satu persatu nama muallif (penulis). Sekejap merasa paling kerdil nya manusia.

Belum memiliki sesuatu yang bisa dipersembahkan kepada Rasulullah dan ummatnya.

Aku benar-benar iri kepada mereka yang sedang pada tahap “ditengah-tengah ummat” dan “pernah berada di tengah-tengah ummat”.

Betapa bahagianya mereka ketika Allah selalu bersama mereka. Betapa bahagianya mereka ketika Rasulullah hadir memberikan bisyaroh (kabar gembira) kepada mereka.

Betapa mulianya mereka di mata para penduduk langit. Allah selalu ridho, malaikat bersholawat memintakan ampun dan pintu langit selalu terbuka untuk doa-doa mereka. Sayap-sayap malaikat pun selalu terbentang menaungi perkumpulan mereka. Duh, keindahan batiniyah yang sangat sulit dilukiskan.

Berjuang meluruskan akidah, mengenalkan kembali syariat yang sedang mati suri pada hati tiap-tiap muslim, menghidupkan sunnah-sunnah nabi di zaman yang kian asing dengan imamah dan siwak. Mengingatkan akan perjalanan mulia insan terbaik sepanjang zaman. Rasulullah. Juga menyirami hati yang tandus dengan kalam-kalam Allah dengan harap mampu menjadi hati yang subur yang kelak akan berbuah ilmu dan akhlak mulia.

Keberadaan mereka adalah cahaya, penuntun umat zaman akhir dari gelap menuju kejayaan dengan cahaya islam. Terlepas dari kefanaan dunia yang hina menuju kebadian yang menyenangkan. Bukan menyenangkan sesaat karena di jalan sesat.

Memandang mereka hati menjadi sejuk. Senyum selalu mengembang haru. Dunia seolah aman selalu solah tak ada yang berseteru.

Ketidakmampuanku saat ini untuk mampu seperti mereka menjadi cambuk yang menggairahkan jiwa. Gairah dalam menerima sedikit bagian dari lautan ilmu luas yang apabila seluruh pohon dijadikan pena dan lautan tintanya maka tak akan sanggup untuk menuliskan ilmu Allah. Masya Allah

Hal ini menyita pikiran, waktu dan energi kami untuk menyusun secara khusus takhtit (planning) pencapaian mimpi ini. Memperbanyak wawasan non-agama, menghabiskan waktu istirahat dengan referensi kitab lain, mati-matian belajar nahwu (tata letak) dan sorof (tata susun), bahkan balaghah agar kalam mampu tersampaikan secara sempurna dan mudah dipahami dan untuk memahami kitab kelas atas.

Benarlah suatu kalam yang dulu awal tahun belajar disini sering kudengar.

من احب شيىء فهو عبده

Barang siapa mencintai sesuatu, maka ialah budaknya.

Harap dan cemas selalu mampir saat pada puncak semangat atau hati dan pikiran terasa penuh akan semua perasaan. Harap akan menjadi pewaris para nabi. Cemas menjadi pewaris Qarun, juga pewaris para pembangkang agama terdahulu.

Jika memang ini cinta. Maka harap akan cinta kami benar diterima dan niat selalu lurus karena Allah dan Rasul-Nya. Dan harap akan menjadi wakil dari salah satu taman surga Allah di dunia ini. Amin

خويدم العلم الشريف

خنساء نبيلة

mosque

Intropeksi

sun

Mengenakan kacamata matahari di malam hari, di dalam rumah

Ya itu kondisi saya saat ini dan mungkin beberapa hari ke depan

Alhamdulillah dan astaghfirullah saya sedang sakit mata

Habis asik liburan di kota kembang, eh dapat bonus sakit. Buat kredit dosa insha Allah

Mata saya kebetulan keduanya membengkak. Yang kanan karena di gigit serangga sepertinya dan yang kiri agak bengkak mungkin karena pegal

Pegal maksiat

Pegal main hape terus

Pegal gak bisa ghadul bashar

Pernah gak sih tiap kita sakit di salah satu anggota badan kita atau musibah kecil yang menimpa kita langsung kita berfikir dosa apa yang udah kita perbuat

Saya sering melakukan hal ini sejak guru saya mengingatkan setiap yang kita dapat itu akibat amal kita

Seperti, sari awan. Pasti nih aku habis ngomongin orang atau nyakitin orang

Pusing. Mikir hal buruk lagi kamu sa! stop su’udzon! jangan sombong

Kaki pegal. Hayo tadi kamu jalan niatnya apa sa

Baju sobek. Udah sedekah belum ini?

MATA SAKIT. Untuk satu ini banyak sekali dosanya, banyak sekali cabang maksiatnya. Sampai sedih sendiri. Mulai dari membaca sesuatu yang kurang manfaat hingga melihat hal yang tidak baik mungkin

Gausah di jabarin. Setiap dari kita punya versi sendiri-sendiri untuk memahami kesalahan dari diri kita

Ayo intropeksi dan jangan lupa taubat

Dan mohon doanya semoga lekas sembuh. Shukron

 

Hansa

H-3 balik pondok

Rindu ala 18+

Perasaan ini sedang puncak random. Mengingatnya membuat menangis. Mendengar suara bijaknya hati berdesir hebat. Tenggelam dalam lautan cinta antara makhluk dengan makhluk. Tak jarang tangis mewarnai kerinduan ini. Keadaan tak mampu menghadapi dunia hingga berkhayal mampu hidup bersamanya. Membayangkan habiskan waktu selalu dekat dengannya. Menciumi kitab-kitabnya. Sibuk mencari fotonya. Memandangi foto-fotonya di dinding kamar dengan pandangan cinta dan rindu. Menunggu esetiap pelajaran yang menggunakan kitabnya. Menangisi kekurangan diri yang berbeda dengannya. Menyusuri rambutnya di foto dengan jari dan senyum-senyum sendiri. Bercerita kepada ibu tentangnya. Dan segala macam perasaan lain.

Sungguh merindumu adalah sebuah kemuliaan yang harus kujaga. Bukankah mencintaimu mampu mendatangkan berkah pada kehidupan? Bahkan yang menyiakannya bisa mendapat bala? Engkaulah salah satu ulama terdepan yang telah wafat jasadnya namun karya harum mewangi dalam setiap rumah yang menyimpannya. Aura keilmuanmu nampak pada murid-murid terkasihmu dimanapun itu. Al-Fatihah tak henti terkumandang dari belahan bumi manapun. Engkaulah salah satu pewaris nabi itu. Dan beruntungnya, engkau pengasuh pondok kami tercinta.

Perkenankanlah aku selalu mengingatmu secara sadar maupun tak sadar. Pesan yang kau bawa telah sampai membuatku mengenal makhluk paling sempurna di muka bumi ini. Jasamu, keikhlasanmu telah membuatmu sampai maqam mulia setelah kerasulan. Ulama.

Assayid Abuya  Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani.

Ijinkan sisa waktuku dipenuhi dengan cinta kepada Rasul agung dan kepadamu

Semoga tulisan ini menjadi saksi nanti bahwa aku pernah memiliki rasa dengan seseorang yg dicintai Allah kelak di hari akhir nanti.

10 hari akhir ramadhan 1437H

Hansa Munawwar

Dear My Future Husband

Assalamua’laikum.

Halo, kamu disana yang selalu dibicarakan orangtuaku kala usiaku menginjak 20 tahun. Apa kabar? Kehadiranmu pada keluargaku sudah dielu-elukan semenjak saat ini. Dan ini benar-benar menjadi sangat menyebalkan saat abiku suka iseng memberikan beberapa laki-laki rekomendasinya. Maksudku aku masih belum ada pikiran untuk benar-benar serius terhadap hal sakral satu ini.

Tapi, bolehkah aku sedikit berkata-kata tentangmu? Aku harap kamu memang orang yang sesuai dengan kriteriaku dan orang tuaku. Kita bangun imperium kecil keluarga kita dengan agama dan pemahaman yang baik tentang hidup. Yang itu pasti didapatkan dari pengalaman hidup dan ilmu apa saja yang kita sudah dapat sebelumnya.

Kalau kita sudah berkeluarga nantinya, aku ingin banyak kegiatan outdoor kita habiskan bersama. Kita jelajahi bumi Allah ini dengan niat tadabur kauniyah-Nya. Karena semenjak kecil, aku memang suka hal-hal berbau alam ini. Agak kaku ya bahasaku? Iya, deg-degan soalnya, takut salah ngomong hehe. Tapi sebenernya aku orang nya super santai kok, super bawel juga kata keluarga besarku dan super super cantik buat kamu seorang nantinya. Allah Allah.

Ada hal-hal yang aku sangat harapkan mengenai sifat dan karaktermu nantinya pada imperium kecil kita ini. Sangat mengharapkan sifat tegas mu. Sifat tegasmu nantinya juga untuk mengingatkanku kalau aku masih suka kekanak-kanakan. Tapi tegasnya jangan kebawa sampai galak. Takut. Tetap full of rahmat kayak nabi Muhammad gitu kalau udah sweet moment sama sayyidah Aisyah. Dan kalau udah rindu sama istri kayak nabi Muhammad yang selalu rindu terhadap Sayyidah Khodijah. Maklum ngarepnya agak tinggi, habis tau cerita romantis juga yang paling cakep dari nabi kita 🙂

Dan untuk menjadi seperti yang bisa kamu gemesin kayak Sayyidah Aisyah selalu dan selalu kamu rindu seperti Sayyiidah Khodijah, aku juga harus bisa meniru seperti mereka. Untuk itu aku benar-benar sedang mencari ilmu agama dan aku juga kuliah. Aku gak mau anak kita nantinya dibesarkan dengan ibu yang bodoh yang gak punya basic agama dan enggak punya wawasan luas.

Jadi, kesibukanmu sekarang apa? Kuliah atau kerja? Yang pasti aku berharap ilmumu akan bermanfaat nantinya. Aku engga minta yang berat-berat sama Allah a.k.a alim (pintar agama) sama Allah tapi aku harap kamu tergabung dengan golongan orang yang sholeh dan mencintai salafuna sholeh dan ulama-ulama. Agar hidup kita berkah nantinya. Juga ohya aku mau aktif di bidang kemanusiaan-sosial (non-profit). Aku suka nangis sendiri kalau ingat tentang saudara seiman kita di Syiria, Palestina dan lainnya yang sering terkena musibah. Aku ingin sekali kita bermanfaat untuk orang lain. Jadi kalau misal kamu mau aku kerja, jangan paksa aku untuk sesuatu yg profit-oriented ya. Kamu aja 😀

Hm.. Aku akan berusaha siap untuk menjadi makmummu nantinya. Tapi jangan celat ya kamu, entar aku ketawain terus karena aku suka banget hal-hal kecil yang lucu. Aku suka sekali bercanda dengan hal-hal yang random. Tapi aku sering serius kok kalau udah baca berita bahasa inggris alias aku entar diajarin bahasa inggris bener-bener ya. Entar aku ajarin kamu bahasa Arab kok 😀

Aku bisa masak apa? Sebenarnya, aku masih suka takut nggoreng-nggoreng bahkan untuk matiin kompor. Tapi seiringnya waktu, pasti aku bisa lebih handal dari sebelumnya karena aku mau jadi istri yang super keren dan ibu yang sangat dicintai anak-anaknya nantinya (aszek).

Well. Siapapun kamu, ada harap kita memiliki satu visi dalam mendidik investasi dunia-akhirat kita nantinya. Lebay mungkin? Tapi ,emang sudah aku pikirkan hal itu. Aku ingin anak kita dibesarkan dengan keluarga yang memiliki pemahaman baik tentang hidup. Tidak pernah memanjakan anak kita dengan terlalu. Membiasakan anak kita dengan kegiatan keluarga bersama-sama. Bahkan aku berfikir untuk membiasakan anak kita nantinya untuk menulis di blog.

Ada beberapa hal yang ingin aku terapkan pada anak kita nantinya yang tidak pernah diterapkan orang tuaku. Aku ingin anak kita tidak ketergantungan terhadap handphone dan internet. Kita seimbangkan kegiatan dia di rumah dan di luar rumah. Ada banyak hal diluar yang indah, yang menunggu untuk membuka wawasan kita.

Seberapa besar mimpi anak kita saat masih kecil nantinya, jangan pernah patahkan. Dulu aku sempat bermimpi untuk menjadi salah satu agen FBI atau CIA. Tetapi orang tuaku hanya tersenyum geli terhadap mimpiku ini. Kalau misal anak kita memiliki mimpi yang sama seperti aku kecil dulu, aku akan mengikutkannya kelas bela diri, kelas bahasa dan mungkin beberapa kelas lain yang bisa mengasah kemampuan intelektualnya.

Mungkin udah segini aja. Ini hanya sebagian kecil dari apa yang ada di pikiranku selalu. Dan satu lagi. Aku ingin anak kita nantinya ada yang hafal Al-Qur’an. Merupakan sebuah investasi akhirat yang besar untuk kita pada hari akhir nanti dan untuk 10 personel keluarga kita yang beruntung. Amin

Tetap jadi orang baik dan bijaksana ya. Kalau engga baik entar ga ketemu aku. Canda, aku belum baik tapi masih berusaha baik. Kan kata Allah di Al-Qur’an ‘Laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik’ hehe.

Ok. Udah saatnya sahur. Ntar kalo kita sahur…… (cukup Hansa, cukup)

Wassalamu’alaikum

 

Sabtu, 13 Ramadhan 2016

Hansa Munawwar

future

 

 

Harapan di Setengah Satu

 

Harapan apa yang sedang kau renda kala manusia terlelap dalam alam bawah sadarnya?

Harapan apa yang membuatmu terjaga penuh dengan kesungguhan hati mu itu?

Harapan apa yang kau panjatkan pada Tuhanmu ketika Dia sedang turun ke bumi?

Bolehkah aku menitip satu saja harapan dan kau sampaikan pada Tuhanmu?

Jadikan aku golongan orang yang selalu diliputi dalam kebaikan dan ridho Tuhanmu

 

Ahad, 7 Ramadhan 1437H

Hansa Munawwar

Pribadi yang Berbeda

kaba

Banyak waktu yang kuhabiskan dalam kesombongan bak iblis menolak bersujud dihadapan sang Adam. Banyak waktu yang dinilai orang sangat baik namun kuhabiskan dengan kesombongan di beberapa bagian hati.

Kesombongan dan rasa tinggi di hadapan manusia adalah hal yang sangat menjerumuskan. Bagaimana tidak? Disebutkan dalam sebuah hadist “Barangsiapa yang merendehkan hati di hadapan manusia, Allah naikkan derajatnya. Dan barangsiapa sombong di hadapan manusia, Allah turunkan derajatnya.”

Jelaslah bahwa penurunan derajat seseorang dimata Allah adalah hal yang sangat hina bagi mereka yang paham.

Mengenai kesombongan dan tawadhu’ ini mengingatkanku pada seseorang kawan lama di internet yang bercerita banyak hal yang bahkan sangat tidak kusangka. Kepahamannya dalam memahami sebuah kejadian yang ia kaitkan dengan ayat Allah dan sifat-sifat mulia nabi Muhammad membuatku berkali-kali terdiam terpana. Bagaimana tidak? Ia bukanlah seorang yang memiliki background pendidikan formal agama. Namun ia memiliki  sebongkah hati yang dipenuhi harapan mendapat cinta Allah dan Rasul-Nya.

Gagasan-gagasannya membuatku tergugah dan berkata kepada diriku bahwa betapa banyaknya kekurangan dalam diriku dan betapa sedikitnya rasa hati-hatiku dalam mengatakan sesuatu.

Aku teringat dia berkata, apakah ada orang yang memiliki akhlak seperti nabi Muhammad? Lalu mengaplikasikannya dalam 24 jam?

Dan aku menjawab asal-asalan, mungkin ada tapi cuma fifty fifty. 

Dia tersenyum dan menjawab, salah. Akhlak nabi Muhammad adalah akhlak yang mulia yang hanya beliau lah yang memiliki. Akhlak kanjeng nabi ini adalah akhlak 24 nabi dan rasul yang terkumpul menjadi satu. Tidak mungkin ada yang mampu seperti beliau, jikapun ada apakah sampai 50%? Berarti itu sama saja mengatakan bahwa sisi baiknya adalah 50% dan buruk 50%. Padahal kita ini banyak buruknya. Menggunakan prosentase seperti itu salah, fifty fifty. Karena sungguh kita tidak ada setengahnya dari akhlak nabi Muhammad

Menarik nafas panjang dan terdiam mendengar jawaban seperti ini. Menyadari betapa dangkal nya ilmuku tentang mencintai Nabi Muhammad hingga kulupakan fakta bahwa aku sangat berada jauh darinya.

Ia juga mengungkapkan betapa ia kurang setuju terhadap orang yang menganggap segala hal buruk yang menimpa seseorang adalah cobaan. Karena ia berfikir bahwa cobaan itu tidak pantas untuk orang seperti kita. Bukankah cobaan hanyalah untuk orang soleh? Sedangkan kita? Begitulah terangnya. Point ini menunjukkan bahwa ia memiliki sifat hati-hati dan rinci juga pribadi yang merasa bahwa ia bukanlah siapa-siapa. Tawadhu’.

Kami berdiskusi panjang lebar walaupun terkadang ada beberapa hal yang harus diluruskan karena hal tersebut tidak bisa menggunakan logika saja tapi membutuhkan pemahaman dalam seperti hadist dan beberapa ilmu lain.

Sejauh ini sangat menyenangkan memiliki teman yang bermanfaat untuk sebagai pengingat kita bahwa kita ini bukan siapa-siapa. Apalagi memiliki background yang sangat jauh berbeda. Bahkan ia terkadang menjelaskan sesuatu berdasarkan mimpi yang ia telah tafsirkan kepada orang yang berkompeten dan soleh. Sungguh, pribadi seperti ini yang membuatku merasakan betapa hina aku dan tidak ada apa-apa aku dengannya. Betapa beruntungnya aku memiliki teman akhirat seperti dia.

Terkadang, dia menanyakan sesuatu dan bercerita lalu ia bertanya ‘apakah kamu tahu cerita ini?’ ‘masak tidak tahu? jangan bohong’ ‘loh di pondok kamu gak diajarin ini?’ Memang ilmu Allah itu sangat luas dan banyak. Yang bahkan kita tidak ada apa-apanya walau hanya seujung jarum. Tapi pertanyaan kecil dan tidak percayanya membuatku tertampar begitu sakit. Membuatku kembali memikirkan kesombongan yang pernah kulakukan dengan ilmuku saat di pondok dahulu. Dan kembali berfikir mengenai kekuasaan Allah dan hina dina diri ini.

Pembicaraan yang cukup memakan waktu dua jam ini berharap mampu mendatangkan manfaat kepada diriku dan orang sekitarku nantinya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Pun berharap kita mampu mengikuti segala sunnah nabi Muhammad saw sebagai bukti kita nanti di yaumul akhir bahwa kita adalah ummatnya. Dan semoga Allah memberikan kita kenikmatan untuk memandang wajah-Nya yang Agung karena itulah seindah dan sebaik-baik kenikmatan.

Allahummaj’alna mina sholihin wajma’na wa’ahum fii akhiroh. Aamiin

 

Jum’at berkah, 5 Ramadhan 1437 H

Hansa Munawwar