Ada Cinta di Tangan Itu

Tanganku gelisah asal-asalan membuka apapun di hape tanpa ada fokus sedikitpun

Kaki ku berhentak ringan di tempat, dengan begitu gelisah

Menggigit bibir seraya menyuruh hati untuk tenang

Ya, ia datang kerumahku

Setelah kucium tangan ibunya,

Kupandang ia dengan tatapan rindu

Ia meraih tanganku, dan menciumnya

Aku terhenyak. Bukan engkau yang harusnya mencium tangan penuh dosa ini..

Itu harusnya aku

Aku hanya duduk diam tak berkata sedikitpun ketika ia bertamu

Hatiku canggung. Karena ketika aku melihat dan mengingatnya,

Aku teringat seseorang di masa lalu dan masa depanku

Urusan sang ibu dengan ibuku sudah selesai

Ia datang kepadaku lagi,

Hendak mengambil tanganku untuk diciumnya

Tetapi aku segera tarik halus tangannya

Aku cium, dalam-dalam

Hingga tubuhku bergemetar akan dahsyatnya rasa ini

Karena dalam ciuman itu, aku teringat seseorang di masa lalu dan masa depanku

Dialah yang terkenal dengan keyatimannya sedari tahun Abrahah lenyap bagai daun dimakan ulat

Dialah yang terkenal cinta dan tulus pada yahudi buta yang gemar menghardik didepan suapan roti kasih sayang padanya

Dialah yang namanya terukir pada setiap gerbang surga bahkan dada para bidadari

Dialah kekasih Allah, Habibullah Mustofa.. Muhammad sollallahu ‘alaih wa sallam

Anak yatim itu mengetuk hatiku,

Mengingatkanku bahwa betapa hinanya aku

Yang masih saja jarang menyebut nama kekasih Allah

Padahal aku mengaku cinta

 

Waktu Dhuha, 10:12

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s