Keyakinan yang Sempurna

Setiap anak yang mondok dan ngekos, pasti pernah mengalami krisis keuangan. Termasuk saya. Bahkan ini adalah pengalaman krisis terparah yang pernah aku rasakan. Yuk monggo di simak :

Kondisi finansialku saat itu benar-benar mengejutkan. Ya, mengejutkan angkanya. Kusadari banyak pengeluaran yang sangat boros dan tidak menyimpan sepeser sedikitpun. Karena biasanya setelah mendapat transferan, aku pasti menyimpan sekitar 1/3 dari yang kudapatkan untuk cadangan. Tetapi kali itu aku benar-benar lalai sekali.

Maka yang terjadi uangku habis pada tanggal-tanggal belasan. Sebenarnya kejadian kalau uang habis sebelum tanggalnya bisa saja telpon minta untuk di transfer lagi karena ternyata ada pengeluaran di luar anggaran. Tetapi lama kelamaan aku merasa malu untuk meminta kepada orang tua. Ya, sejak aku mengetahui hadist nabi tentang orang yang suka meminta-minta nantinya tak akan tersisa sedikitpun daging di wajahnya di hari akhir nanti. Naudzubillah. Ku tahan untuk tidak meminta ataupun mengadu dengan siapapun.

Malu ini juga karena aku malu kepada Allah. Aku memiliki dzat yang maha Kaya, lalu kenapa aku harus meminta pada perantara-Nya? Dan malu kepada orang tuaku karena keborosanku. believe

Hingga di suatu malam aku merasa lapar sekali. Rasanya tidak ingin makan nasi jatah pondok. Karena kebiasaan makan malam ku adalah pukul 3 pagi. Sedangkan saat itu masih jam 7 malam.

Sedangkan di dompetku hanya ada seribu rupiah. Ya, selembar Pattimura. Jumlah yang sangat-sangat sedikit sekali. Maka aku hanya bisa tersenyum dan bersyukur dan berkata dalam hati “Alhamdulillah, Allah lagi ngetes mbak Anca”

Kuceramahi diriku agar terus sabar menahan ingin jajan dan sabar karena demi ketaatan pada Allah. Dengan keyakinan Allah lah yang memegang rezekiku, dan rezekiku bukan hanya berasal dari apa yang kumiliki dan apa yang kupegang. Juga berfikir bahwa aku tidak akan mati kelaparan karena aku tetap memiliki jatah makan dari pondok 3X sehari. Alhamdulillah.

Dalam diamku tiba-tiba aku terlintas juga akan perkataan Umar bin Abdul Aziz “Barangsiapa disibukkan oleh urusan agamanya, maka Allah akan mencukupinya dalam perkara dunia.” Alhamdulillah aku sibukkan diriku untuk fokus belajar dan belajar dan beribadah.

Esok harinya,

“Kak, syukron kitabnya. Ane nemu uang di kitab kakak.”

“Hah?” Aku menutup kitab yang sedang kubaca sebentar.

“Iyakan, Naimah?” Ujar adik kelasku seraya mengembalikan kitab Tafsir Ayatul Ahkam.

“Coba lihat” Aku membuka kitab tafsir itu dan disitu ada beberapa kertas lembaran catatan dan 2 uang kertas 50.000

Masha Allah, lalu kuingat itu adalah uang yang sekitar beberapa bulan lalu untuk membeli kebutuhan kamar mandi yang sengaja kutaruh di kitab itu agar setelah taklim ustad malam hari, langsung ke syirkah.

Sungguh Allah membalas keyakinanku 100 kali lipat dari selembar 1000 itu. Lalu sebagai rasa syukurku aku belikan setengah dari uang itu makanan yang bisa dinikmati bersama teman kamar.

Dan kalaupun besok uang itu sudah habis, maka yasudahlah. Karena aku masih memiliki Dzat yang mampu memberiku apapun Yang selalu ingin dimintai. Karena dengan meminta-Nya aku tak akan merasa hina dan karena mengemis kepada-Nya justru hal yang Ia sukai.

Bagaimana dengan pengalaman krisis finansial kalian?

Advertisements

One thought on “Keyakinan yang Sempurna

  1. Reblogged this on CATATAN SUKA-SUKA and commented:
    Ah iya, aku pernah merasakan hal ini. Jadi waktu itu duit di atm ku udah batas minimal bgt ga bisa diambil lagi. Kayaknya waktu itu lg banyak pengeluaran buat beli jaket2 organisasi gitu huft. trus kan, mau minta duit ortu malu, aku selama ini ga pernah minta atau nanya udh di trf atau blm, soalnya gengsi. Biasanya ortu yg ngabarin kalo udh di trf. ya gt lah.

    trus kan duit abis bgt tuh, aku bingung. “Aduh gimana ini, mana di kulkas kaga ada apa2 lagi huhu..” trus ku inget kata2 “takut nanti malem bisa makan apa nggak sama aja itu menghina Tuhan”. Rezeki Allah yang ngatur. Jgn segan2 buat minta sama yang diatas. Umi abi aku jg pernah bilang gitu. “rejeki bisa dateng dari hal-hal yang tak kita sangka2 sebelumnya”. Yaudah kan, menjalankan aktivitas seperti biasa. Walau kalo keinget duit suka jadi sedih wkwk

    Eh? tau ga, tiba-tiba ku di telpon sm nomer ga dikenal gitu. Nanyain aku ada di kampus atau nggak. Ternyata itu dr dosen aku. Beliau mau minta video profil jurusan yang pernah aku bikin pas jd panitia ospek jurusan. Yaudah kan, ku copy-in ke beliau. eh gataunya “nanti sms ke sy ya nomer rekeningmu, ini mau dikasih brp buat video ini?” awal2nya nolak gitu, soalnya emg itu video udh kapan tau, tp beliau nya keukeuh. yaudah deh. walaupun ga seberapa tp alhamdulillah :’)

    Kebetulan? I’m not sure. Pasti udh diatur sama Yang Diatas. Dengan cara yang ga disangka2. Padahal itu video udah lama bgt, tp siapa cb yang menggerakkan hati dosen ku buat meng-copy video ku? siapa lagi kalo buka Allah. Emang suka romantis perhatian Allah teh :’) terharu sumpah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s