Harap Cemas

Aku tau rezekiku tak akan salah tangan, maka aku merasa aman. Dan aku tau amalku tak akan dikerjakan orang lain maka aku berjuang.

pray 2

Umurku saat ini telah mencapai 1/5 abad, lalu tiba-tiba teringat sebuah perkataan insan mulia yang senyumnya bak purnama yaitu “Khoirunnas anfa’uhum linnas” membuatku tertunduk lemas di depan jajaran kitab-kitabku saat hendak menyiapkan pelajaran esok hari. Ku hentikan kegiatan menjadwal. Terpekur, ku sentuh satu persatu-satu judul kitab-kitab ku dan kubaca satu persatu nama muallif (penulis). Sekejap merasa paling kerdil nya manusia.

Belum memiliki sesuatu yang bisa dipersembahkan kepada Rasulullah dan ummatnya.

Aku benar-benar iri kepada mereka yang sedang pada tahap “ditengah-tengah ummat” dan “pernah berada di tengah-tengah ummat”.

Betapa bahagianya mereka ketika Allah selalu bersama mereka. Betapa bahagianya mereka ketika Rasulullah hadir memberikan bisyaroh (kabar gembira) kepada mereka.

Betapa mulianya mereka di mata para penduduk langit. Allah selalu ridho, malaikat bersholawat memintakan ampun dan pintu langit selalu terbuka untuk doa-doa mereka. Sayap-sayap malaikat pun selalu terbentang menaungi perkumpulan mereka. Duh, keindahan batiniyah yang sangat sulit dilukiskan.

Berjuang meluruskan akidah, mengenalkan kembali syariat yang sedang mati suri pada hati tiap-tiap muslim, menghidupkan sunnah-sunnah nabi di zaman yang kian asing dengan imamah dan siwak. Mengingatkan akan perjalanan mulia insan terbaik sepanjang zaman. Rasulullah. Juga menyirami hati yang tandus dengan kalam-kalam Allah dengan harap mampu menjadi hati yang subur yang kelak akan berbuah ilmu dan akhlak mulia.

Keberadaan mereka adalah cahaya, penuntun umat zaman akhir dari gelap menuju kejayaan dengan cahaya islam. Terlepas dari kefanaan dunia yang hina menuju kebadian yang menyenangkan. Bukan menyenangkan sesaat karena di jalan sesat.

Memandang mereka hati menjadi sejuk. Senyum selalu mengembang haru. Dunia seolah aman selalu solah tak ada yang berseteru.

Ketidakmampuanku saat ini untuk mampu seperti mereka menjadi cambuk yang menggairahkan jiwa. Gairah dalam menerima sedikit bagian dari lautan ilmu luas yang apabila seluruh pohon dijadikan pena dan lautan tintanya maka tak akan sanggup untuk menuliskan ilmu Allah. Masya Allah

Hal ini menyita pikiran, waktu dan energi kami untuk menyusun secara khusus takhtit (planning) pencapaian mimpi ini. Memperbanyak wawasan non-agama, menghabiskan waktu istirahat dengan referensi kitab lain, mati-matian belajar nahwu (tata letak) dan sorof (tata susun), bahkan balaghah agar kalam mampu tersampaikan secara sempurna dan mudah dipahami dan untuk memahami kitab kelas atas.

Benarlah suatu kalam yang dulu awal tahun belajar disini sering kudengar.

من احب شيىء فهو عبده

Barang siapa mencintai sesuatu, maka ialah budaknya.

Harap dan cemas selalu mampir saat pada puncak semangat atau hati dan pikiran terasa penuh akan semua perasaan. Harap akan menjadi pewaris para nabi. Cemas menjadi pewaris Qarun, juga pewaris para pembangkang agama terdahulu.

Jika memang ini cinta. Maka harap akan cinta kami benar diterima dan niat selalu lurus karena Allah dan Rasul-Nya. Dan harap akan menjadi wakil dari salah satu taman surga Allah di dunia ini. Amin

خويدم العلم الشريف

خنساء نبيلة

mosque

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s