Pengalaman Berdebat Tentang Agama

Berinteraksi didunia maya adalah salah satu kesibukan yang saya sukai. Disana saya bisa menemukan banyak sekali orang yang memiliki pemikiran, karakter dan latar belakang yang berbeda dari negeri yang bermacam-macam. Tak jarang saya suka kulakan dengan joke sarkas mereka. Karena saya juga pecinta sarkas. Maka bisa disimpulkan akan banyak sekali hal-hal yang kalian temui di dunia itu. Termasuk hal yang sangat dekat dengan kita, agama.

Perbincangan mengenai agama itu tak akan pernah selesai jika dibicarakan dengan orang yg tak senada. Seperti halnya kita lihat di tv, berdebat dengan face to face saja kadang tak tersampaikan secara sempurna. Lalu bagaimana dengan orang yg melakukan debat agama pada dunia maya? Saya akan berbagi sedikit tentang pengalaman ini.

Sejujurnya, saya tidak suka membicarakan hal-hal berbau agama kepada orang yg berbeda agama dengan saya. Ini juga berlaku pada orang luar negeri. Kenapa? 1. Karena saya masih miskin ilmu, takut salah jawab dan malah membuat mereka menang 2. Bahasa inggris saya belum fasih-fasih amat. Takut salah

Sebut saja nama teman saya Ravin. Dia berumur 18 tahun. Komunikasi kami menggunakan bahasa Inggris.

Berawal dari ia meminta saya untuk menceritakan keluarga saya. Lalu saya menjawab “Well, aku dilahirkan pada keluarga yang sangat religius. Hbu” dan ia menjawab “Sedangkan aku dilahirkan pada keluarga yang hahah bo tentang pandangan agama. Tidak ada pandangan agama”

Apakah kamu punya pandangan agama? | ya

Ok. Bagaimana kamu menjelaskan ini. Apakah kamu akan mencintai orang yang se-agama dengan mu? Dan apakah kamu akan menikah dengan dengan yang seagama denganmu? | U/ pertanyaan pertama : No. Tetap ada kemungkinan untuk mencintai seseorang yang berbeda agama. Yang kedua : Yes

Lalu dia sepertinya bingung dengan jawaban saya.

Tetapi, jika kamu mencintai orang yang berbeda agama, bagaimana bisa kamu lalu menikah dengan orang yang seagama denganmu? | Cinta itu memang buta tetapi pernikahan adalah tentang prinsip (YA ALLAH, aku terlihat seperti sudah berpengalaman dalam dunia cinta sekali -_-)

Tetapi cinta itu adalah milik hati dan pernikahan itu sebuah penyesuaian (Lah bener mas emang). Kamu tahu, ayahku adalah hindu dan ibuku seorang muslim. Berarti saya merupakan ikatan antar Hindu dan Muslim.

Terus masalahnya apa? Ini juga bawa-bawa orang tua. lalu saya menjawab secara singkat. Sebenarnya seorang muslim dilarang untuk menikahi dengan selain muslim.

Ya, aku tahu. Ibuku menentang. Mereka saling mencintai dan akhirnya menikah.

Diposisi seperti ini saya mulai gatal dengan segala pemikiran saya. Lalu saya mulai utarakan satu persatu. Itung-itung agar ia dapet hidayah.

Agama adalah tentang seseorang Tuhan dengan hambanya. Tuhan memberikan perintah, peraturan. Dan jika seseorang melawan ini, demi orang yang ia cintai. Sama saja ia melawan Tuhan. Karena berarti ia lebih mencintai suami/istri mereka daripada…. (tau sendirikan jawabannya)

Yakan, readers? Logika sederhana.

Jadi ibuku menentang peraturan Tuhan?

Aku tidak sependapat bahwa ibuku menentang Tuhan. Karena jika seseorang menentang Tuhan, bagaimana ia bisa hidup bahagia? Ibuku hidup bahagia. Itu berarti, ibuku berada pada pihak Tuhan.

Dan Hansa, jika kamu mencintai seseorang yg beda agama. Bagaimana bisa kamu akan meninggalkannya dan bagaimana bisa kamu menikah dengan yg seagama denganmu dengan hanya berfikir bahwa dia (yg kamu cintai) berbeda agama. Hati terasa hancur bisa jadi.

Ya Allah bantulah hamba menjawab pertanyaan ini dengan ilmu yang telah engkau berikan padaku.

Ravin, Tuhan menyediakan dua bentuk pemberian yang berbeda. Satu : Ini benar-benar sebuah pemberian sebagai tanda cinta Tuhan kepada makhluk tertentu. Tidak ada maksud dibelakangnya. Biasanya di dunia di beri sedikit, tetapi hari setelah kematian, ia memberikan sisa yg belum ia berikan di dunia. Dua : Pemberian ini hanyalah sebagai cobaan yang mana Tuhan memberikan banyak sekali pemberian termasuk kebahagiaan kepada mereka. Akan tetapi, di hari setelah kematian mereka tidak akan mendapatkan pemberian itu lagi.

Tentang mencintai itu.. Ya. Aku akan tetap meninggalkannya. Karena aku patuh pada peraturan Tuhan. Tuhan yang menciptakanku. Ia tahu yang terbaik untukku. Semua peraturannya adalah bentuk kebaikan darinya.

WELL READERS…. SETELAH ITU IA MENJAWAB …..

Okay, tinggalkan ini. Aku tidak ingin bertengkar denganmu.

Offensive topic.

Lalu kami bermaaf-maafan.

———————————————————————-

Percakapan ini membuat saya semakin bersyukur atas nikmat hidayah-taufik islam yang telah Allah berikan kepada kami. Begitupula ilmu. Entah jika tanpa itu semua, bagaimana bisa aku menjawabnya. Bagaimana bisa aku berjalan dalam kegelapan bahkan bisa saja aku jatuh pada lembah kehancuran dan kebodohan.

Perbanyaklah mengikuti majelis ilmu agama.  Perbanyaklah membaca kitab salafuna soleh. Perbanyaklah berdoa agar selalu diberi ilmu yang bermanfaat. Perbanyaklah doa agar selalu pada jalan yang lurus dan tak lupa dengan bimbingan-Nya (hidayah-taufik)

 

 

Advertisements

10 thoughts on “Pengalaman Berdebat Tentang Agama

    • iya, bener banget jar! aku punya temen ateis ausie, dan awal pembicaraannya apa coba. “Kamu harus ikutin teoriku kalau mau jadi temen aku” LAHHHH-_- akhirnya aku bilang “terus kalo aku ga manut sama kamu, kita gak temenan?”
      dia jawab “aku hargai agamamu, kamu hargai teoriku” oklah kalo begitu. “aku gak akan pernah ganggu teorimu karena ini keyakinan, dan gak akan bahas ini”

      eh tau hajar, dia jawab apa. “aku gak akan bicara tentang ‘apes learning tools dll tapi kamu jangan menyebutkan hal2 tentang air suci atau cerita bible lainnya”
      gue dikiranya orang kristen :’
      haha terus gue bilang, gue islam. ehhhhh dianya malah senyum dan mau temenan sama akuh #indahnyaIslam #curhatdikitlah

      • Atheis emang gitu kon, dosenku kaya gitu soalnya wkwkwk. “Kalau saya sedang mengajar, tolong jangan bawa-bawa agama ya!” pasti ngomong gitu terus -_-

      • Pernah kon, waktu itu dosenku nanya gini, “kalian beragama semua nggak? Iya kan? Kalian pasti punya satu Tuhan yang kalian yakini, betul? Terus, kalian tau nggak kalau Tuhan punya agama atau tidak?” kelas diem.. beberapa detik kemudian ada yang jawab, “Tuhan nggak punya agama mas”, terus dosennya bilang, “Nah, kalau Tuhan aja nggak beragama, kenapa kalian mesti repot-repot punya agama?” lalu seisi kelas, “hmm….”

  1. Kalo aku jadi kamu, aku jawab gini:

    “aku menikahi yang seagama dengan ku untuk menghindari adanya perbedaan2 yang bisa memicu terjadinya perdebatan dan agar memperkecil konflik di rumah tangga aku. Agama aku sudah mengatur mengenai hal ini (rumah tangga). Dan apabila misalnya aku menikahi yang berbeda agama dengan aku, tentunya dia jg memiliki prinsip sendiri mengenai rumah tangga kita. Aku pengen rumah tangga ku A, sedangkan dia ingin B. itu pasti bakal terjadi perbedaan dan itu sifatnya dasar. aku nggak yakin bakal bs bertahan dengan banyaknya perbedaan mendasar. Makanya aku pilih menikahi yang seagama sama aku. walaupun tidak menjamin tidak ada banyak perbedaan dan perdebatan pendapat, namun setidaknya kita sudah memiliki prinsip dan dasar yang sama.”

    Kalo kataku sih itu bakal lebih masuk akal. Jangan langsung sebut “perintah Tuhan” “dibilang di hadits atau al quran” bla bla. Soalnya buat yang nggak percaya Tuhan, dia bakal terus mempertanyakan. Soalnya ga masuk logika. heuheu.

    Tapi keren kooon itu postingan muuu. Thumb Up!

    • wow post saya di komen bu senator yeayyeay. dapet futuhnya dengan jawaban seperti itu bul. udah kesulitan mau nginggriske ne piye haha. btw jawabanmu bener2 menunjukkan kamu udah siap berumah tangga banget ya bullllll wkwk :p

      BTWwww makasih masukannya bu senator. mungkin bisa dipakai para readers jika sedang berdiskusi :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s