Ammi, Ini Mbak Anca

Setiap orang memiliki figur favorit dalam hidup nya.Mulai dari anak TK hingga yang sudah menikah. Aku? Tentu memilikinya. Setelah Rasulullah yakni ibuku. Ya, ibu yang kerap sekali mendengar rengekanku. Dan aku memanggilnya, ammi.

Ammi. Umurku kini sudah 19 tahun. Aku bersyukur pada Allah yang telah memberiku berbagai macam kenikmatan dan salah satunya adalah 18 tahun bersama ammi. Dimana karakter baik yang terbentuk dalam diriku adalah salah satu jasa terbaik dari ammi. Dimana kecerdasan, ketangkasan berfikir ini juga dari didikan ammi. Terimakasih Allah, Engkau telah memberiku ammi yang luar biasa, dan sangat luar biasa.

Umur selalu berjalan, menua. Ammi sudah berbeda dari yang dulu. Kini ia sering merasakan pusing dan sakit pada kakinya. Namun bagaimanapun juga, ia tetap rajin mengantar aku sang sulung untuk sekolah dan mengaji hingga anak kelima, si bungsu. Semoga Allah membalas semua pengorbanannya dan jerih payahnya dalam mendidik kami.

Pusing yang ia rasakan, tidak ingin ia periksakan. Pernah suatu hari beliau berkata bahwa tak ingin periksa karena ‘takut apa yang akan terjadi nantinya, sehingga tidak bisa seperti dulu dalam merawat dan mendidik kami’. Allah, jika ia memang memiliki sakit, sembuhkanlah ya Allah.

Ammi tidak hanya merawat kami, beliau juga merawat kakak kandungnya atau bisa disebut pakdhe ku yang terkena stroke dan nenekku yang sakit tua. Bayangkan, ia merawat delapan orang.

Aku dan tiga adikku sekolah pesantren luar kota. Yang hanya pulang setahun dua kali. Seringkali aku disana di mabuk rindu olehnya. Cemas akan segala hal yang akan terjadi padanya. Tetapi selalu seketika itu kukirimkan doa kepadanya. Agar selalu diberi kekuatan dalam merawat dan mendidik kami.

Aku si sulung 19 tahun dan ku akui terkadang sikapku seperti anak bungsu. Banyak tanya, tidak mau diatur, sulit bangun pagi, terkadang melawan. Tetapi semua sikapku tak ada maksud untuk menyakiti hatimu, mi. Aku hanya rindu dengan cerewet seorang ibu. Aku lebih ingin diperhatikan. Aku ingin selalu dekat dengan ammi.

Ammi sangat humoris. Juga religius. Dan sangat pengertian.

Pernah suatu hari aku diminta untuk menemaninya membeli obatku dan kebutuhan sehari2 untuk di pondok. Aku mengiyakan. Sesampai rumah, badanku terasa sakit semua, pegal-pegal. Lalu aku berfikir, ammi pasti lebih capek daripada ini. Ammi memang keren, ammi pahlawanku.

Ammi memiliki sahabat dekat, namanya tante Rahma. Tante Rahma sering menasehatiku untuk selalu merasa kasihan dan bersyukur kepada ammi. Kasihan karena 24/7 ia merawat kami, terutama pakdhe dan nenek yang sakit-sakitan. Bolak-bolak ke rumah sakit mengantar terapi. Bolak-balik ke sekolah dan madrasah mengaji. Bersyukur pada Allah, karena ammi masih mampu, mungkin sehat, atau selalu menyembunyikan rasa sakit yang sangat dalam dirinya.

Ammi, mbak anca sayang ammi. Ini malam terakhir mbak Anca dirumah di tahun ini. Mbak Anca selalu doakan ammi. Terimakasih atas segala capeknya untuk mbak Anca. Maaf… Terhadap perlakuan mbak anca, kalam mbak anca yg suka bikin ammi emosi bahkan sakit hati. Mbak Anca sekali lagi tidak bermaksud. Mbak anca sayang sama ammi dan ingin selalu deket sama ammi. Tapi mbak Anca harus balik pondok, melaksanakan kewajiban utama, menuntut ilmu. Maka selalu ridhoilah mbak Anca agar Allah menjadi ridho kepada segala jalan yang mbak anca tempuh.

Semangatku adalah kisah Imam Syafi’i yang menutut ilmu jauh sekali bertahun-tahun tidak pulang. Memendam rindu yang amat dalam pada sang ibu. Lalu sang ibu ridho, dan lihatlah beliau menjadi imam besar kita. Aku ingin sukses seperti imam Syafi’i mi, bukan menjadi seorang yang terkenal. Tapi menjadi orang yang ilmunya bermanfaat dan mendapat mahabbah dari sang ibu dan sang Kholik.

Mi, the more i grow, the mos i realize that you are the best friend that i ever had. Mbak anca sayang ammi, ridhoi terus langkah mbak anca mi.

Allah akan membalas kebaikan ammi berkali-lipat.

Khonsa Nabilah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s