Apakah Ilmumu Sudah Berbuah? PART 1

Ilmu, apakah makna ilmu yang sebenarnya? Menurut Al-Imam Hujjatul Islam Al-Ghozali adalah  yang nambah rasa takutmu sama Allah dan nambah pengetahuan tentang kejelekan dirimu, nambah pengetahuan tentang ibadah kepada Allah, ngurangi nafsu keinginan terhadap dunia dan nambah kesukaan sama akhirat.

Akan tetapi, ilmu bagi masyarakat islam ini makna bergeser. Ilmu yg semakna dengan ini, digeser dengan ilmu-ilmu baru lainnya (selain membahas tentang fiqih, hadist dll)

Dalam sebuah hadist disebutkan “Mencari ilmu itu hukumnya wajib bagi setiap muslim” (HR Ibnu Majah no. 224). Pertama, ilmu itu tentang iman dan akidah. Kedua, ilmu tentang ibadah seperti hukum bersuci, sholat, pelaksanaan puasa, ketentuan zakat dan haji.

Kawan, semua dalam ibadah ini butuh ilmu. Coba bayangin, mau sholat terus kena najis. Tapi si dia bersihinnya gak bener, otomatis jadi gak suci kan? Nah ini nih yang gawat. Bahkan bisa aja dia malah ngerasa udah bener sehingga kalo ada org yang nanya ke dia, dia akhirnya memberi jawaban seperti yg dilakukan. Padahal hukumnya kan masih najis. Nahlo ibadah jadi gak keterima gara2 syarat2 suci dari hadast dan najis tidak terpenuhi.

Yang menjadi masalah sekarang, apakah umat muslim sudah memahami makna sebenernya atau belum?

Saya melakukan sample yg bercermin dari saya dan lingkungan yg saya tumbuh disana. Bagaimana hukum nya tidak membaca surat al-fatihah dengan jahr (bersuara minimal terdengar oleh dirinya sendiri)? Hukum nya adalah tidak sah sholat nya! Karena itu adalah bagian dari rukun Qouli sholat. Baru tau kan? (Saya penganut Sunni, Ahlu Sunnah wal Jama’ah) Nah kenyataan yg menyakitkan adalah, sudah 12 tahun saya sekolah di sekolah islam tapi baru tau baru2 ini?! Berapa banyak saya harus mengqodho.

Menunjukkan betapa kurangnya ilmu agama yang dimiliki oleh orang-orang masa kini. Minimal lah belajar tentang wudhu benar dan sholat benar. Lah ini ilmu ibadah aja gak paham……. mau belajar ilmu lain. Juga masalah sholat merupakan hal pertama nanti yang dihisab dalam kubur.

Nah mau jawab apa? Gak tau?

Kalo ada alesan “aku gak tau, pasti Allah maafin aku.”

Loh guys, kita hidup dijaman apa coba.. Hidup dijaman yang ulama bisa didenger streaming nya walau kita lagi di padang sahara (asal ada sinyal). Juga bukan dijaman yg petak umpet sama Belanda. Cuma mualaf yg dapet rukhsoh (keringanan) akan ketidakpahamannya thadap sebuah hukum.

Ibn mas’ud r.a : ليس العلم بكثرة الروا ية العلم نور يقذف في القلب (Bukanlah ilmu dengan banyak riwayat tetapi ilmu adalah cahaya yang melekat dihati)

Dan buah ilmu adalah ketakutan. Seperti dalam firman Allah : انما يخشى الله من عباده العلماء (Sesungguhnya yang takut pada Allah adalah dari hambanya, para ulama)

Maka saya ubah pertanyaan dari “Apakah ilmumu sudah berbuah?” menjadi “Apakah kamu sudah paham dan mengamalkan ilmu dengan makna sebenarnya?”

Nah kalo belum. Gimana bisa ilmu itu menjadi sebuah ketakutan kepada sang Rabb?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s