Doa Sang Pembenci

“Berikan aku rahmat-Mu”

“Lancarkan usahaku, Tuhan”

“Menangkan aku dalam caleg esok ya Tuhan”

Itu suara-suara hamba-Mu, Tuhan. Dibawah sana

Namun, dengarlah lebih jelas sekali lagi, Tuhan

Wanita berambut panjang itu mengaduh dalam senyum palsunya

Tak ada keinginan duniawi yang muluk

Dia ingin selalu ada didekat-Mu, untuk mengingat-Mu

Selalu

Walau dia hanya memiliki kebencian

Karena dekat dengan-Mu dengan kebencian-kebencian adalah hidayah untuknya, Tuhan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s