Sepeda Tua Pak Tua Versi Tuhan

Pagi ini seharusnya aku sudah mengeluarkan sepeda ku untuk mengelilingi markas pasukan khusus yang terkenal se-Indonesia. Ku tepiskan niat baikku ini dengan memandang kucing diatas pohon. Tak ada kata “malas sepedaan” di dalam hatiku atau otakku. Aku hanya memiliki sebuah urusan lain. Bukan urusan memandang kucing diatas pohon. Tetapi urusan bagaimana bisa aku hanya memandang langit yang bertebar burung-burung dan kucing diatas pohon tanpa tahu aku sebenarnya memikirkan apa.

Baiklah. Biarkan apa yang ada didepan ku benar-benar menjadi pusat pikiranku. Bukan menjadi tameng aku menyembunyikan sesuatu kala ditanya, “lagi mikirin apa sih?”

                Pak Tua barusaja melintas didepan wisma dengan sepeda tuanya. Tatapan nya sangat sayu dan lemah. Karena jalan wisma ku buntu dan berujung sawah, bisa dipastikan ia seorang buruh tani. Penampilannya cukup mendukung, celana hitam mbladus, kemeja yang dipastikan bewarna asli putih yang ini usang dengan noda-noda gelap. Membawa apa aku tidak tahu, aku tidak sempat melihat kedalam keranjang sepeda tuanya.

Kemiskinan? Bukan. Aku tak ingin membahas itu. Cukup perih hanya memikirkan kemiskinan yang kerap ditemui. Ayo aku ajak berimajinasi sejenak, bukan fantasi. Tenang saja.

Seharusnya umur seperti Pak Tua sudah bukan saatnya bekerja lagi. Duduk menghabiskan waktu bersama si cucu, menyeruput teh panas sembari menghirup ketenangan lewat udara pagi ini. Kau berbeda Pak Tua.

Seharusnya sepeda tua itu bukan temanmu untuk berteman dengan rumput dan kau tinggalkan dipinggir sawah pak tua. Melainkan kau bersihkan setiap hari, lalu kau ajak jalan-jalan tanpa tujuan materi. Kau berbeda Pak Tua.

Pak Tua, bolehkah aku bertanya, dimana anak-cucumu Pak Tua? Hanyakah sepeda tua itu temanmu dirumah?

Oh Khonsa yang malang. Tuhan memiliki script terindah sepanjang masa. Tak ada yang bisa menandingi. Script tuhan memang selalu berbeda dengan milik manusia. 

Baiklah, aku menyebutnya. Sepeda Tua Pak Tua versi Tuhan yang kulihat pagi ini. Oya, bukankah kucing diatas pohon itu juga bisa jadi versi Tuhan?

Kucing diatas pohon

Kucing diatas pohon

Advertisements

7 thoughts on “Sepeda Tua Pak Tua Versi Tuhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s