Sajak Rindu

00:32:39

Lama panggilan telepon yang biasa tercantum di hape CDMA wisma.

Suara khas mulai berbicara.

Selalu dan selalu dimulai dengan, “Ada apa nduk?”

Ah, ibuku.

Sebentar, apa yang ingin kuucapkan.

Selalu dan terkadang hanya dengan, “Gak papa o mi”

Berlangsung dengan cerita-cerita sehari-hari.

Dan akan berakhir, “Em..”

Ammi, anak mu selalu rindu padamu.

Biar tetes mata hendak tidurku menjadi saksi.

Saksi aku merindukan orang yang sangat pantas untuk dirindukan.

Pada zaman gelap ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s