Cerita Malam Ini

Malam ini berbeda dengan malam lain. Masih dengan perbedaan yang sama, alpamu.

Malam ini aku menangis. Bukan karena bab 2 yang kesulitan dalam translitasi jurnal internasional ke bahasa arab, tetapi rindu yang mati-matian menyerangku.

Malam ini aku lemah. Tidak sekuat biasanya. Aku memilih mencoba menikmati senduku, sedihku, dan ribuan tanyaku.

Malam ini aku belajar. Bahwa pengorbanan besar adalah bungkus dari rahasia indah Tuhan.

Malam ini aku akan tidur, dengan :

dengan curahan hati pada Yang Kuasa tentang isi hati yang terpendam

dan bayangmu sebelum mata terpejam.

 

Saya Menikah (FAQ)

3vqwdhv4trjMZM8VUrVCNr
Ahmad Farhan dan Khonsa Nabilah saat mendiskusikan pose untuk sesi pemotretan

Alhamdulillah, saya sudah menikah. 19 Januari 2020 lalu. Mengamalkan hadist nabi “Barang siapa kalian yg memiliki kemampuan finansial, maka menikahlah”.

Dengan siapa? Namanya Ahmad Farhan, guru Akmal (adik) saat smp dulu.

Kok bisa kenal? Awalnya engga kenal. Kita lewat jalur ta’aruf, jadi itu ibu saya suka cerita-cerita tentang keluarga kita.. Mungkin dari situ suami penasaran dan tertarik untuk mengenal lebih lanjut tentang saya. Ea. Padahal awalnya, saya engga tertarik karena menganggap belum cukup umur ea. Tapi ya saya niatkan, kalau melalui jenjang ini saya bisa menjadi pribadi yg lebih baik, bismillah.

Orang mana? Orang jakarta tulen dari daerah Mampang. Orang buncit, konon orang buncit itu sangat medok jakartanya. Maka terjadilah mixing diantara kami medok jawa dan betawi. Hehe

Kapan dan dimana ta’arufnya? Ini agak panjang. Jadi kami ta’aruf saat tahun 2017. Sepulang suami dari ijtima’ di India, seharusnya selama 40 hari. Tetapi karena ada hajat di suatu kota di Jabar, akhirnya dia kepotong 4 harian dan mampir ke Semarang untuk berta’aruf.

Bagaimana saat ta’aruf? Menegangkan… Karena setelah sekian lama saya tidak pernah ngobrol face to face dengan laki-laki lalu pada momen itu kupu-kupu memenuhi perut saya. Bahkan untuk berjalan menuju ruang tamu dari ruang ganti saja terseok lama. Akhirnya saya duduk.. ditemani abi dan ami saya, di ruang tamu.

Topik apa yang dibahas saat ta’aruf? Banyak. Yang paling saya ingat mengenai aktivitas sehari-hari di pondok. Dan yang paling urgent adalah menanyakan tentang.. apa kitab/buku favoritnya? Kenapa urgent? Karena saya pengen ketika berbicara nanti nyambung. Juga mengenai ulama favoritnya. Jawabannya adalah Assayyid Muhammad Alawy Al Maliki yang samaaaaaa dengan saya. Kaget, senang. Dan langsung ngerasa, oke kita satu guru berarti. 

Bagaimana rasanya nikah? Berhubung saya sedang LDR. Jadi rasanya pernikahan itu butuh lebih banyak lagi perjuangan dan pengorbanan. Untungnya saya sudah expert mondok dan sekolah asrama dari SMA, jadi untuk saat ini tidak seberat yang orang bilang. yang jelas suami saya tidak suka mengatakan kalau sedang kangen atau sejenisnya.

Kok bisa gak suka kalau bilang kangen? Karena seharusnya kita saling menguatkan dan tegar dengan kewajiban-kewajiban yg sedang dihadapi tiap dari kita saat ini. Takutnya dengan berlarut pada kerinduan justru menghalangi kita dari aktivitas dan nglentruk, gitu kata beliau. Jadi ya, begitu. Harus kuat.

Apakah ketika menikah pakai cadar? Iya. Saat ada laki-laki saya pakai, setelah bagian tamu laki-laki ke tempat tamu laki-laki dan resepsi dimulai, saya lepas cadarnya. Alhamdulillah konsep laki-laki dan perempuan dipisah bisa saya terapkan di pernikahan ini.

Bagaimana rasanya LDR sama suami? Wah itu tadi. Menguji air mata. Rasanya kaya flashback ke jaman SMP dulu kalau kangen ortu kita nangis. Kalau saat ini, kangen suami cuma bisa nangis dan menyibukkan hal positif lainnya biar ga tenggelam di lautan kerinduan, beh. Lebih tepatnya, fokus untuk Sempro Tesis.

LDR sampai kapan? Sampai nanti liburan pondok dimulai, in sya Allah. Doakan tahun ini saya wisuda pondok (April) dan kuliah ya. Dan semoga LDR yang dimulai dari 21 Januari ini  berbuah pahala. Aamin. Allahumma solli wa sallim wa baarik ‘ala nabiina Muhammad.

Kalau mau ada yang ditanyakan, silahkan di kolom komentar atau dm ke instagram saya @hansanabilh 🙂

Review Perawatan Wajah Alami dan Murah!

Ide menulis tema ini didasari aku yang sempat ribet memilih skincare wajah yang cocok denganku. Nah dengan tujuan pakai skincare :

  1. Menghilangkan kusam wajah
  2. Mencerahkan warna kulit

Hingga aku pakai suatu skincare tetapi setelah satu bulan pemakaian, wajahku tidak mengalami perubahan sama sekali. Padahal udah pake krim pagi dan malemnya secara rutin. Dan pada akhirnya aku memutuskan ganti, tapi saat aku liat review di youtube dan baca di blog orang, itu malah menimbulkan rasa cemas banget. Kalau ga cocok gimana? Kalau wajahku ujung-ujungnya break out gimana?

Akupun sempat mikir, oh mungkin itu karena mereka pakenya yang murah. Akhirnya aku cari-cari lagi yg harga sekitar 300k keatas, dan tetep aja. Adaaa juga yang ga cocok. Hm.

Saya putuskan untuk meramu racikan saya (gaya banget) dan ini totally works! Banget! Murah, alami dan ga ada efek samping. Yuk simak :

  • Lidah Buaya (yang asli, bukan kemasan)

il_570xN.862838539_ft10

  • Jeruk nipis

578575618

  • Madu (yang asli, jangan yg berasa jeruk)

1-honey

Untuk pemakaiannya adalah :

  1. Oleskan gel lidah buaya di wajah pada pagi hari selama 15 menit lalu bilas
  2. Lalu sore harinya menggunakan jeruk nipis. Untuk jeruk nipis, muka akan terasa perih tetapi hanya sesaat. Jeruk nipis ini akan mengangkat kulit kusam juga dan menyegarkan wajah.
  3. Nah, pada pemakaian esok harinya tetap di pagi hari menggunakan lidah buaya tetapi sorenya menggunakan madu. (seling dengan jeruk nipis)
  4. Dan kadang, aku campur juga madu dengan jeruk nipis. Untuk ukurannya satu sendok makan madu aku kasih setengah irisan perasan jeruk nipis.

Dan.. Yang menakjubkan setelah pemakaian tiga hari saja, itu temen-temenku di asrama bilang “Khonsa lagi perawatan ya?” “Kak Khonsa pake skincare apa sekarang?”

Wow! Akhirnya saya putuskan untuk meneruskan. Tetapi karena di pondok tidak ada lidah buaya asli, saya memutuskan untuk tetap rajin memakai madu saja. Setiap hari, tapi kadang lupa juga jadi pernah 3 hari gak pakai. Hehe.

Tetapi, satu hal yang jangan dilupakan adalah.. Membersihkan wajah! Jika kita rajin dan sibuk mencerahkan dan mengencangkan tanpa langkah membersihkan, sama aja bohong. Untuk urusan membersihkan wajah, ini yang kupakai :

  • Viva Milk Cleanser Spirulina
  • Viva Toner Spirulina

eea51bcbfd8b5102c2df83e98602491e

  • Himalaya Herbals Clear Complexion Whitening Facial Wash

10.-HImalaya-Herbals-Clear-Complexion-Whitening-Face-Wash

Wah murah semua. Dulu aku sempat pakai satu merek muslimah banget dengan inisial W didepan, tapi sungguh sangat gak cocok karena wajahku jadi bruntusan. Akhirnya aku pakai viva, dan cocok.

Cara dan waktu membersihkan wajah:

  1. Bersihkan wajah dengan Viva Cleanser sebelum tidur! Ya, sebelum tidur. Karena apakah nyaman tidur dalam kondisi wajah kotor berdebu? Dan agar kotoran tidak meresap masuk disaat pori-pori terbuka sehingga menyebabkan kusam wajah
  2. Gunakan Toner tetapi jangan sering. Saya dalam seminggu untuk penggunaan toner hanya dua kali-tiga kali. Tidak lebih. Karena toner bagi saya agak memiliki zat yang keras (analisis pribadi)
  3. Eits! Setelah dibersihkan, jangan langsung tidur. Tetapi cuci muka menggunakan face wash Himalaya (atau pilihan anda dan saran saya jangan pilih yang keras-keras).
  4. Paginya, silahkan mengaca, kulit terasa lebih segar.

Lalu wajahku gimana sekarang? Wajahku sekarang tidak seperti dulu (nyanyi). Lebih cerah dan bersih! Jadi kalau mau ada kegiatan tanpa make up lebih pede dan pokoknya wajah bersih gak kusam itu sesuatu banget! Alhamdulillah.

Untuk sekarang, aku udah agak jarang pakai madu dan lidah buaya, bisa dikatakan hanya seminggu sekali. Karena sering lupa dan sering malas. Kecuali setelah pakai make up, aku bersihkan dulu pakai Nivea Daily Essential Double Perfect Eye Make Up Remover lalu menggunakan Viva Milk Cleanser dan cuci muka pakai Facial Foam Himalaya.

2839_xlarge

Mungkin disini, kalian paling asing dengan merk Himalaya. Himalaya merupakan merk India, dan ternyata teman saya dari Yaman juga dulu pakai Himalaya dan bilang rekom memang bagus. Menurut saya, cuci mukanya bagus, lembut, karena tidak menimbulkan keset di wajah, juga tidak ada efek buruk seperti bruntusan dll.

Juga wajahku sempat bruntusan sebelum pemakaian ini semua. Aku apakai Vaseline Petroleum Jelly sebelum tidur malam. Dan bruntusanku hilang alhamdulillah dalam waktu sekiran seminggu lebih beberapa hari.

product-jpeg-500x500

Kalau mau ada yang ditanyakan monggo komen atau dm instagram : @hansanabilh

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba. Jangan lupa pakai sholawat.

Cangkir dan Sebongkah Rasa

Hey. You’re back to your hometown

And I’m (alone) here (again).

Menempati kursi yang kau gunakan 3 menit lalu

Memegang cangkir dan mencari bekas bibirmu

Menghabiskan sisa teh hangat milikmu

Seteguk demi seteguk

Menahan air mata dan meringkuk

Sebegitu cepat ini waktu.

 

Mencoba balik nulis lagi, sesaat setelah mati suri 😀

 

 

 

Teks Lirik Qasidah Habibi Yaa Thoha oleh Assyarifah Ummu Bagir Hasan Baharun DALWA

حَبِيْبِي يَا طَه     حُسْنُهُ مَا تَنَاهَى

سَنَاهُ تَبَاهَى       الخَافِقَيْنِ

إِيْشْ بِي يَا قَلْبِي  بِجَمَالُه مَسْبِي

صَارْ مَدحِي دَربي  فِي كُلِّ عَصْرَين

فَحَيَاتِي تَسْلَى  وَغَدْرَه تَوَلَّى

يَا نُوْرٌ تَجَلَّى   أَحْجَل قَمَريْن

فَنَحْنَا نُرَجِّيكْ  وَصْلَكْ لِمُحِبِّيْكَ

بِنَظْرَة حَنِيْنِك يا جدَّ الحَسَنَيْن

مَا يَمْتَدِحْ مَادِحْ  لَّا وَالدَّمْعَ طَارِحْ

وَالفِكْرفِيْكْ سَابِح   يَا أَسِيْلَ الخَدَّيْن

بِحُبِّكَ نَسْعَدْ   وفرحَتِي تَنْعَاد

قُلَيْبِي مُقَيَّد  بِنُورِ العَيْنَيْن

مَدِيْحِيى فِيْك يُولَفْ   لَهُ السَّمْعُ أَرْهَفْ

يَا كامِلَ الأَوْصَافْ   صَافٍ عَن رَيْن

فَلُقْيَاكَ سِيدي   هو أَسمَى مُرادِي

وَمُنْيَةْ فُؤَادِيْ  سِيْدِ الكَوْنَيْن

رَبُّ العَرْشِ أَعْلَى   وفِي الآيِ يُتْلَى

ثَنَاهُ تَعَالى   فِي كُلِّ حِيْن

حِسّ ثِقَلْ بِقَلْبِي   مِنْ كُثْرُ ذُنُوْبِي

عَطْفَك يَا حَبِيْبْي   يَنْجَاب كُل شَين

رَسُوْلُ الله إِنِّي      عَلى البَابِ حَانِي

وَيَلْهَجْ لِسَانِي          بِمَدْحِك يَا زَيْن

تَشُوْفُ العَيْن طَلْعة   أَبْهَج وَالَماَّعة

بَخْتِي بِالشَّفَاعَة يَا سَيِّدِي       يَا أَكْحَل العَيْنَ

رِيْتُ لِي منُّه شُوفَة   حَنَانَه وَلُطْفَه

وَبَسْمَة وعَطْفَة        يَا نَاعِمَ الكَفَّيْن

مَنْ صَلّى وَسَلَّم       عَلى النَّبِي يَغْنَم

عُمْرُهْ دُوْب يَنْعَم يا سيدي     حَازَ الخَيْرَيْن

Rindu Memang Berat

Aku berdoa supaya Allah mampu menyatukan kita 
Karena semakin hari, semakin sulit kutepis bayanganmu.

Ketika Allah menyatukan kita beberapa saat

Tersadar, bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat

Masih ada waktu yang memisah kita untuk diri bersama merapat

Masih ada kenangan yang harus tercipta dengan perpisahan yang berat

Panah harapan. Hanya itu yang mampu kugaungkan dalam ruang rindu di malam pekat

Menyebut namamu, menangis karenamu dan sejuta perasaan yang menjerat.

Abuya Hasan Baharun

aku sedang memikirkannya

hingga aku terus merindunya

lalu aku takut

lupa akan manisnya perasaan rindu ini.

bukan hanya manis

tetapi juga sesak

hati mendesak

lalu terisak-isak.

Aku ingin bertemu dengannya, guruku yang belum pernah kutemui.

Guruku yang mengajariku cinta kepada Rasulullah.

Yang membuatku sering tersedu hebat, disangka gila.

abuya hasan